Kopdar With SL Community dan Testride Suzuki Thunder 125

image

Ferboes.com – Hallo masbro dan mbaksis, apa kabar semuanya…???

Hari ini saya kedatangan tamu lagi brosis. Kali ini yang datang adalah seorang pembaca dari Cibubur.
Bro Brahmantyo datang bersama dua rekannya yaitu bro Heri dan Owi dari SL Community (Setyo Laksono Community)mampir ke tempat saya bekerja. Sebelumnya sudah janjian via facebook bahwa bro Brahmatyo mau mampir untuk mengambil stiker Ferboes.com sekalian silaturahmi. Kami berbincang-bincang di Warung Soto Tangkar bang Jaya Kusuma. Ngobrol tentang hal yang ringan-ringan saja.

Oh ya…. saya ditawarin testride si Gledek milik bro Brahmantyo yaitu suzuki Thunder 125 tahun 2011. Ternyata tutup tangki si Gledek ini sudah rata lho….!!! Ini pertama kalinya saya mengendarai suzuki Thunder 125 dalam hidup saya 😀
Bagaimana impresinya….??? Lanjut membaca ya brosis…..

image

Setelah diserahkan kunci kontak si Gledek, langsung saya menuju ke si Gledek yang ada diparkiran bersama si Jupe Sexeh. Masukan kunci dan putar ke posisi “on”. Setelah itu saya tekan tombol starter untuk menyalakan mesinnya…. Lhoo… kok gak nyala…??? Tapi saya teringat saat Testride Ducati Monster 795 bersama bang Kobay di Senayan yang lalu bahwa motor laki itu ada engine cut nya. Maklum brosis, keseharian saya hanya mengendarai motor cewek motor bebek, jadi gak terbiasa dengan yang namanya “Engine Cut”. Setelah itu saya starter dan yess….. it’s work…!!! Tarik kopling dan injak.persneling “ckleekk” (begitu bunyinya) lepas kopling perlahan dan motorpun melaju…
….hhhhhnnnnggggg……. (kira-kira seperti itu bunyinya) :mrgreen:
Untuk postur tubuh seperti saya yang memiliki tinggi badan 163cm dan berat badan 55kg, suzuki Thunder ini tidak terlalu menyusahkan, karena kaki bisa menapak hampir sempurna ke tanah.

image

image

Kali ini rute saya cukup panjang, karena saya sekalian ke apotek membeli minyak tawon untuk boss saya trus ke tukang jual es kelapa muda di pasar Grogol. Muter-muter grogol bersama si Gledek.

image

Untuk riding position, motor tahun 2011 ini nyaman, selain itu suspensi juga masih terasa empuk dan lembut. Sebelah kirinya juga ada tombol “pass beam” yang bisa di gunakan memakai jari telunjuk.
Untuk akselerasi saya rasa gak terlalu beda jauh dengan motor komuter lainnya, maklum, feeling saya gak “sepeka”  blogger senior.
Sayangnya, pijakan persneling terasa sangat keras. Sehingga terasa lumayan sakit pada kaki khususnya daerah jempol kaki yang digunakan untuk mencongkel tuas persneling. Dan hal tersebut juga diamini oleh masbro Brahmantyo selaku owner si Gledek sendiri. Bahkan masbro Brahmantyo bercerita bahwa sepatu dia ada yang sampai bolong karena tiap hari mengendarai si Gledek. :mrgreen:

image

Apakah memang seperti itu ya…??? Perpindahan setiap gigi suzuku thunder 125 memang agak keras seperti itu? Terlebih lagi saat mencongkelnya menggunakan jempol kaki. Mungkin diantara masbro dan mbaksis ada yang punya Suzuki Thunder 125 juga….!!!
Untuk suara mesin, thunder 125 terbilang halus dan minim getaran.

image

Dashboard speedometer juga terbilang lengkap mulai dari display kecepatan, RPM, indikator bahan bakar, hingga display percepatan. Berbeda dengan Suzuki Thunder 250 yang Pertama kali saya jumpai beberapa waktu lalu. Selebihnya sih saya bilang motor ini nyaman dan “antep” (kalo orang jawa bilang sih gitu)

image
Kali ini pakai helm bro....!!!

Sayangnya inovasi yang diberikan oleh Suzuki tidak terlalu “WOW” untuk motor ini. Bisa dibilang desainnya kurang modern dan terkesan klasik untuk masa sekarang yang atmosfernya lebih terasa dengan motorsport modern. Semoga saja kedepannya Suzuki bisa memberikan ubahan atau mungkin pengganti Thunder 125 ini dengan yang lebih “WOW”, lebih fresh, dan lebih modern dari sisi desain. Untuk mesinnya sendiri banyak yang bilang motor Thunder 125 ini termasuk motor yang kuat, tangguh, dan bandel. Untuk ukuran 125 cc menurut saya dimensi mesinnya gede banget nih brosis, saya bandingkan dengan mesin si Jupe Sexeh yang 110cc (beda 15cc doang) jauh banget dah :mrgreen:
Lalu konsumsi BBM nya bagaimana ya….???? Mungkin pembaca yang memiliki Thunder 125 ada yang bisa share berapakah konsumsi BBM dari suzuki Thunder 125 ini…???

image
Pose bersama masbro Brahmantyo dari Cibubur

Terima kasih banyak kepada masbro Brahmantyo dan dua rekannya bro Heri dan bro Owi atas kunjungannya. Maaf jika jamuan saya ala kadarnya ya……

:mrgreen:
Itulah sedikit ulasan tentang kopdar saya dengan SL Community dan testride singkat bersama si Gledek alias Suzuki Thunder 125. Setelah ini, siapa lagi yang mau mampir ya….??? 😀

image
Jupe punya tatto baru euuyyy...!!!

Sekian sekilas info, semoga berguna.

Written by Ferboes Richardson
Contact me:
Email: ferboesrichardson@gmail.com
Twitter: @ferboesR
Facebook: Ferboes Richardson
My Blog: www.ferboes.com
http://saiisoku.wordpress.com
http://lapakferboes.wordpress.com

59 Comments

  1. Sayang kita beda dimensi bro, eh beda pulau maksudnya, :mrgreen: ,kalo deket ane mau juga biar P200NS ane di test ride n review nya mejeng di blog kondang , hehehhe, dijamin dingklik mode on (piss,,, ) , lah saia yang 170cm aja jinjit balet , hahah

  2. paling mantab riding positionnya yo ni montor, tapi ya gitu fasilitas lainnya kurang banget, gimana lagi 16 juta an, yang mantab itu thunder 250 sippp dah tu motor tapi spare partnya susah

  3. klo pwrseneleng keras berarti olinya gak cocok malah punya saya dulu waktu pake oli deler juga gitu setelah pake oli sintetis enteng bgt dan top speed on speedo tembus 120 lebih klo di trek panjang sering ngelibas old vixi cuman tarikan bawahnya lemotnya minta ampun ama bebek sering dikentutin untuk bbm lebih irit dari hsx125 dan overall puas dengan segala part dan ketangguhan motor ini tapi sayang uda bosen tak jual 5jtaan itupun lama lakunya padahal tuh motor mengkilap sempurna tanpa cacat!

  4. Salam, saya pengguna Thunder 125, saya pertama pakai thunder 125 generasi awal tanpa kick starter tahun 2005. Kesan pertama sih nih motor berat, tarikan lelet, cuma enak buat jarak jauh. Top Speed cuma mentok 110kpj saja, bahkan kalo boncengan cuma mentok 90kpj aja. iya pindah gigi keras, bahkan sering bikin sepatu bolong. Tapi begitu umur motor udah 4 tahun timbul masalah pada karet vakum karburatornya, dan skep piston baret, jadi sering brebet. Padahal waktu itu jarang bgt motor pakai karbu vakum, jadi gak semua bengkel ngerti, bahkan Bengkel resmi pun jarang di surabaya. Saya putuskan ganti karbu RX-King, malah motor jadi tambah enteng, perpindahan gigi jadi halus, gak ada lagi istilah lelet, top speed semakin mudah dicapai meski cuma 110kpj. Tapi sayangnya karbu gak bisa rapat ke filter dan gampang kemasukan air hujan. Nah thunder lama ini mesinnya gak dilengkapi balancer kayak thunder 2011 keatas, jadi getarannya tinggi banget bikin capek.

    Masalah kelistrikan timbul di usia motor 5 tahun, karena gak dilengkapi kick starter jadi sering dorong. Aki sih awet asal dirawat, tapi dinamo starter sering trouble. Sering bikin dongkol karena kalo mau idupin harus dorong. Ketika usia motor 6 tahun masalah timbul pada pengisian, kiprok tewas setelah saya ganti CDI racing BRT, Bahkan setelah saya balik pakai CDI ori pun CDI juga ikut tewas. Walah nyusahin nih motor. Emang kelistrikan Thunder versi mesin tanpa kick itu sangat rawan, kalo bisa jangan diutak-atik. Bahkan saya pernah pakai CDI Shogun Kebo, tapi malah susah distarter karena timingnya beda.

    Belum lagi akibat pemakaian saya yg suka kebut-kebutan, dan suka menghentak-hentak akibat pakai karbu RX-King yg sensasinya bikin nafsu. Jadinya malah setang berikut pistonnya ambrol di usia motor 5 tahun…. Walah semakin nyusahin kuras duit melulu, udah masalah kelistrikan, ditambah masalah mesin.
    Ubahan yg saya lakukan pada thunder 2005 saya adalah:
    -CDI BRT
    -Knalpot satria FU 2008
    -karbu RX-King, sempat pakai karbu Ninja dan PE28, tapi gak nemu settingan pasnya
    -per kopling racing TDR milik FU, jadi keras banget
    -kampas kopling Suzuki GP100
    -gear belakang ukuran 39
    -ban belakang ukuran 110/80-18, depan 90/90-18

    Akhirnya tahun 2011 bulan desember lalu saya jual karena gak sanggup lagi. Tapi saya suka dengan desain thunder yg klasik, lalu saya beli lagi thunder tahun 2006 bekas pada tahun 2011 lalu, hingga kini saya pakai. Nah thunder 2006 ini mesin telah dilengkapi kick starter jadi gak perlu bingung lagi kalo mau idupin motor pas ada masalah kelistrikan.

    Nah kesan Thunder 2006 ini beda banget dengan feel naik Thunder 2005, Karena Thunder 2006 ini telah dilengkapi penekan emisi euro 2 yg disebut PAIR, jadi tarikannya lebih enteng daripada thunder 2005, meskipun masih lelet menurut saya. Padahal karbu masih vakum ori bawaan motor, kok tarikannya lebih enak daripada karbu vakum thunder 2005. Nah mulai 2006 bulan maret keatas, thunder ini telah dilengkapi tombol lampu passing di saklar kiri, beda banget sama thunder 2005. Menurut saya thunder 2005 itu sangat tidak nyaman karena saklar kirinya tidak nyaman untuk dioperasikan, bahkan lebih nyaman motor bebek. Hal itu telah direvisi semua oleh suzuki pada thunder 2006 ini.

    Nah karena kebiasaan saya yg suka tarik-tarikan, zig-zag pas macet-macet, saya melakukan beberapa perubahan, antara lain:
    -pasang gas spontan di karbu vakum,
    -pilot jet pakai shogun kebo ukuran 17,5
    -main jet satria 2 tak ukuran 115
    -knalpot tiger revo kw
    -papas head 0,5mm
    -porting in-ex
    -noken as racing hand made buatan jogja
    -piston oversize 100
    -pasang booster aki biar aki awet dan stabil
    -ban depan 90/90-18, dan belakang 120/80-18

    hasilnya enak banget, torsinya meningkat daripada waktu masih standart sih. Top speed sih semula cuma mentok 110kpj kini bisa 140kpj, gak ada lagi istilah lelet. Ya karena karakter mesin yg short stroke, jadi ya power baru terasa di rpm atas, beda kayak naik vixion atau motor bebek yamaha yg udah terasa power di rpm rendah.

    Namun kelemahan thunder dibawah tahun 2011 ini adalah getaran mesinnya tinggi bikin capek, karena gak dilengkapi engine balancer. Suzuki baru melengkapi balancer pada mesin thunder 125 pada tahun 2011 keatas.

    Untuk gear belakang saya pernah pakai ukuran 37, hasilnya enak nafas panjang bisa tembus top speed 150kpj, padahal CDI masih original. tapi kelemahannya tanjakan berat, apalagi boncengan malah mundur. Akhirnya balik lagi pakai gear gede bawaan motor ukuran 45 dengan konsekuensi nafas motor jadi pendek-pendek, tapi panjang di gigi 5 sesuai karakter mesin short stroke.
    Gak perlu sungkan lagi mau nyalip vixion atau CB150, dan gak perlu dongkol lagi kalo disalip bebek 125cc buatan Honda.

    Ya penyakit thunder 125 dari semua tahun sih setahu saya ya ketika umur motor udah diatas 6 atau 7 tahun ya di sepull, kiprok yg lemah, lalu kalau masih pakai karbu vakum ya karet vakumnya udah sobek dan skep baret, biasanya thunder bermasalah karbu vakumnya ketika umur motor 3-4 tahun. Itu sih yg paling bikin jengkel karena mogok ketika hujan dan cuaca dingin, makanya orang sering bilang thunder itu mogokan dan butut. Dan yg paling bikin paling gak nyaman lagi ketika boshing arm udah oblak, biasanya sih ketika usia motor 5 tahun keatas, bikin getaran makin tinggi dan gak nyaman dikendarai. Hal itu karena desain poros arm thunder yg ikut ke mesin, jadi gampang oblak dan bikin getar. Kalo saya sih pesen bosh arm ke tukang bubut dengan material kuningan biar awet.

    Ya next time rencana mau ganti CDI unlimiter aja, karena mesin udah gampang teriak ke rpm tinggi, tapi pakai merk Varro aja biar aki awet, pengalaman dulu pakai BRT aki gak awet, malah bikin kiprok ikutan rusak.

    Nah 1 lagi kelemahan thunder 125 dari semua tahun pembuatan gak direvisi oleh Suzuki, yaitu sinar lampu utama gak seterang sinar motor bebek atau motor sport batangan lain, apalagi yg thunder generasi 2004-2005 tanpa kick starter. Kebanyakan pemilik thunder mengganti bohlam halogen milik vespa merk osram biar terang. Kalo punya saya sih pakai lampu utama LED biar aki awet dan lebih terang.

    Beberapa part thunder 125 bisa dikanibal atau di subtitusi dg motor lain, karena keterbatasan dan ketersediaan part yg original, hal itu karena banyak dealer suzuki yg tutup. Part tsb antara lain sesuai pengalaman saya:
    – kampas rem cakram bisa pakai bebek 100cc Honda, tinggal dibalik saja, tapi gak awet cuma bertahan 2 bulan
    – Aki kering atau basah bisa pakai Tiger, tapi agak maksa masukinnya karena dudukan aki beda. Saya pernah pakai aki kering tiger 1 tahun.
    – kampas rem belakang pakai RGR, Thunder 250 sama saja PNP, katanya malah bisa pakai RX-King, tapi saya gak pernah coba.
    – Kampas kopling bisa pakai FU, RGR, GP100/125, TRS, TS125 tinggal PNP. Saya pernah pakai kampas GP100 kw murah cuma 40rb 5 biji
    – busi bisa pakai bebek 125cc Honda, Satria FU dan Jupiter MX.
    – spion bisa pakai semua motor honda tinggal PNP
    – rantai kamrat/keteng bisa pakai GL-Pro Neotech atau Megapro 160cc, bukan new megapro 150cc loh ya
    – sepull bisa digulung ulang lebih murah
    – lampu reflektor depan, bisa pakai semua motorsport batangan yg bulet, tapi harus sekalian bohlamnya dan fitting lampunya.
    – kiprok bisa pakai vixion lama, tapi disarankan pakai punya thunder saja meskipun itu kiprok thunder kw.

    Ya itu aja sih pengalaman saya bersama thunder 125 dari tahun 2005 hingga sekarang 2015, saya suka thunder selain desainnya klasik, materialnya kuat. Beda sama sport batangan buatan AHM yg tangki gampang bocor, pengalaman temen2 punya GL, Megapro, Tiger belum ada 5 tahun udah bocor tangkinya, lah nih thunder udah sekian tahun gak pernah bocor. Banyak orang bilang onderdil thunder itu mahal, ya emang mahal sih terutama yg plastik2 dan kelistrikan. Tapi untuk part mesin sih murah2 karena udah banyak yg lokal dan kw, kelistrikan macam kiprok juga banyak yg kw dan murah, gak susah. Dan hal yg paling saya suka dari thunder 125 itu murah harganya, jadi karena saya gak mampu beli vixion, gak mampu beli tiger, gak mampu beli Scorpio bahkan gak mampu beli Ninja 250, saya putuskan untuk beli thunder 125 😀
    Karena saya gak nyaman naik motor bebek/matik.

    Maaf panjang 😀

    • Wow…. Lengkap sekali sharingnya masbro. Thanks sudah mau berbagi tips dan sharing yang luar biasa mengenai motor thundernya. Saya jadiin artikel ah 😀

1 Trackback / Pingback

  1. Sharing Pengguna Suzuki Thunder 125 Tahun 2005 & 2006 | Ferboes.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*