Kisah seorang FBY dari keluarga FBH #3

<<<<——– cerita sebelumnya
Melanjutkan cerita sebelumnya tentang Kisah seorang FBY dari keluarga FBH
image
Jika sebelumnya sudah saya ceritakan tentang Kepala FBH didalam keluarga saya yang tak lain tak bukan adalah bapak saya sendiri, maka kali ini saya lanjutkan sinetronnya dengan membahas tentang FBH yang lebih junior yaitu adik pertama saya. Sebelum adik saya (namanya Brian) mengambil motor Vario WTF (wan tu faif) ini, dulu dia sempat berfikir untuk memiliki motor buatan honda yang lain yaitu Megapro seperti milik juragan pertamax. Tapi setelah duit terkumpul, entah setan apa yang membuatnya jadi menjatuhkan pilihan pada si Vario 125.
image
Motor ini datang ke rumah tahun lalu pas bulan puasa. Kalo gak salah bulan juli 2013. Tapi sampai detik ini plat nomornya belum juga turun. Kok bisa selama itu ya…??? Apakah motor baru di kampung memang selama itu turun berok turunnya plat nomor….??? Motor ini pernah di tabrak orang waktu di pakai sama bapak saya. Untung saja tidak terlalu parah rusaknya, hanya ganti striping doang dan biaya ditanggung oleh si penabrak. Kata bapak saya sih habisnya mencapai Rp.250.000-an hanya untuk ganti striping baru. Mahal juga ya striping buatan tukang stiker pinggir jalan AHM :mrgreen:
image
Pernah dulu saya tawarkan Yamaha Soul GT, tapi adik saya menolaknya. Alasannya sama persis seperti apa yang dikatakan sama bapak saya “yamaha boros mas, mesine gak awet” ๐Ÿ‘ฟ
Benar-benar like father like son. Pokoknya kalo gak HONDA gak mau…!!! Titik…!!!  Ya sudah, mo bilang apa lagi kan yang punya duit buat beli motor dia sendiri. Dengan adanya dua motor dirumah, otomatis keduanya jadi jarang di pakai. Sekalinya di pakai juga gak jauh-jauh amat. Sampai sekarang baru menempuh jarak sekitar 2.149,3 KM. Masih berasa motor baru dan masih halus banget mesinnya, padahal dah hampir 10 bulan. Paling sering di pakai saat kami semua pulang kekampung, karena adik saya kerja di kota Tangerang sedangkan si Vario ada di kampung.
image
Mengenai Vario 125, sebagai seorang FBY saya katakan motor ini nyaman banget, mesin halus, bagasi luas, dan shock nya lembut banget. Intinya nyaman dikendarai bersama keluarga. Hanya satu hal yang membuat saya tidak nyaman karena merknya Honda riding positionya kurang nyaman buat saya. Terasa jarak stang ke badan terlalu dekat sehingga tangan harus menekuk. Berbeda saat mengendarai si jupe sexeh, tangan saya bisa lurus lempeng dan terasa nyaman. (Opini pribadi) untuk konsumsi BBM nya saya gak pernah hitung, karena waktu di kampung sangat singkat dan banyak hal yang harus dilakukan bersama keluarga. Lagipula isi bensinnya aja di tukang bensin eceran, jadi agak susah untuk menghitungnya. Tau sendiri laa…. takaran 1 botol bensin eceran pasti gak nyampe 1 liter.
image
Meskipun saya adalah salah satu FBY sejati, namun saya akui bahwa Motor matic Honda emang beberapa langkah di depan. Banyaknya fitur yang di tawarkan benar-benar multi fungsi dan sangat menarik. Seandainya saya suka motor matic mungkin saya juga akan memilih motor Honda, tapi bukan Vario yang ini melainkan Vario Techno 110 cc. Menurut saya cuma vartech satu-satunya matic yang memiliki design paling pas dari ujung headlamp hingga ujung stoplamp (imho) dan fitur yang cukup mumpuni tentunya ๐Ÿ˜€
Itulah sedikit kisah anggota FBH yang ada di dalam keluarga saya, nantikan cerita selanjutnya hanya di Ferboes Richardson (belum dot com)
kisah selanjutnya ——–>>>>
Posted by Ferboes Richardson

83 Comments

  1. vario 125 emg mantap,pernah nyoba beberapa kali,nafas atas nya kek motor dgn karakter overbore ๐Ÿ˜€ balado tua punya ane ga pernah sanggup nguber matic yg satu ini d track lurus,sama sama suka ngebut ๐Ÿ˜€

  2. ane bukan penboy n bukan pengguna metik..yg ane pernah coba produk2 metic..Merk “H” emang jauh lbih nyaman n easy to ride drpda merk “Y”..ga tau klo merk “S” blm prnh nyoba abis kluarga n tmn gada yg punya..hehe..!!

  3. emang vario 125 nyman bgt klau buat bncengan keluarga,n beat fi sya udah hmpir 11 bln,blm nongol juga plat nmernya.

  4. mertua ane juga FBH dan FBT sejadi,,, selain dua merek tersebut,, kagak mau beli,,,
    *ora ono sing takon,,,,

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kisah seorang FBY dari keluarga FBH #2 | Ferboes Richardson
  2. Kisah seorang FBY dari keluarga FBH #4 | Ferboes Richardson
  3. Gue Bangga Jadi FBY… | Ferboes.com
  4. Kedatangan Tamu Agung (baca: BESAR) dari Depok | Ferboes.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*