7 Binatang Purba Di Indonesia Yang Masih Hidup Sampai Sekarang…!!!

image
Ferboes.com – Hallo masbro dan mbaksis, apa kabar semuanya…???
Di sekitar kita banyak sekali jenis-jenis binatang yang kita kenal, bahkan mungkin diantaranya kita tidak tahu binatang apa itu. Pada jaman dulu kala, lebih tepatnya kita sebut saja jaman purba, atau pada jamannya dinosaurus ada bermacam-macam jenis binatang yang hidup pada masa tersebut. Mungkin diantara masbro dan mbaksis ada yang belum mengetahui bahwa diantara jenis-jenis binatang purba tersebut, masih ada yang hidup hingga sekarang DAN ADA DI INDONESIA.
Binatang purba yang ada di Indonesia, apa saja yang masih hidup sampai sekarang…???
Baca juga: Ikan Terjelek Didunia…!!!
Berikut ini akan saya rangkum 7 Binatang Purba di Indonesia Yang Masih Hidup Sampai Sekarang…!!!
1. KOMODO ( hidup sejak 40-25 juta tahun yang lalu)
image
KOMODO , atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis, adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo , Rinca, Flores , Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara – INDONESIA . Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ORA. KOMODO termasuk anggota famili biawak Varanidae , dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup. “Wikipedia
Baca juga: Ada ikan Raksasa…!!!
2. PENYU BELIMBING ( hidup sejak 100 juta tahun yang lalu)
image
PENYU BELIMBING ( Dermochelys coriacea ) merupakan penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya. Selain itu penyu ini walaupun berjalan lambat, namun ketika berenang merupakan reptil tercepat di dunia dengan kecepatan mencapai 35 Km perjam. Jenis ini bisa mudah diidentifikasi dari karapaksnya yang berbentuk seperti garis-garis pada buah belimbing . Karapaks ini tidak ditutupi oleh tulang, namun hanya ditutupi oleh kulit dan daging berminyak. Penyu belimbing merupakan satu-satunya anggota famili Dermochelyidae yang masih hidup.
3. BELANGKAS ( hidup sejak 250 juta tahun yang lalu)
image
BELANGKAS (suku Limulidae ) mencakup empat jenis hewan beruas ( artropoda) yang menghuni perairan dangkal wilayah paya-paya dan kawasan mangrove. Kesemuanya merupakan anggota suku Limulidae dan menjadi satu-satunya wakil dari bangsa Xiphosurida yang masih sintas di bumi. Cetakan fosil hewan ini tidak mengalami perubahan bentuk berarti sejak masa Devon (400-250 juta tahun yang lalu) dibandingkan dengan bentuknya yang sekarang, meskipun jenisnya tidak sama.
Orang Jawa menyebut mimi untuk yang ber jenis kelamin jantan dan mintuna untuk yang betina. Hewan ini monogamik, sehingga sering dijadikan simbol kelanggengan pasangan suami-isteri. Orang Inggris mengenalnya sebagai horseshoe crab atau “ketam ladam” karena bentuknya yang dianggap seperti ladam kuda.
4. TRENGGILING ( hidup sejak 23 juta tahun yang lalu)
image
TRENGGILING (Manis javanica syn. Paramanis javanica ) adalah wakil dari ordo Pholidota yang masih ditemukan di Asia Tenggara . Hewan ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Trenggiling kadang juga dikenal sebagai anteater. Bentuk tubuhnya memanjang, dengan lidah yang dapat dijulurkan hingga sepertiga panjang tubuhnya untuk mencari semut di sarangnya. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. Jika diganggu, trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Ia dapat pula mengebatkan ekornya, sehingga “sisik”nya dapat melukai kulit pengganggunya.
5. BUAYA MUARA ( hidup sejak jaman Dinosaurus)
image
BUAYA MUARA atau buaya bekatak
( Crocodylus porosus) adalah sejenis buaya yang terutama hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara . Daerah penyebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia . Moncong spesies ini cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Sedang panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur. Buaya muara dikenal sebagai buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari Buaya Nil ( Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis ). Penyebarannya pun juga “terluas” di dunia; buaya muara memiliki wilayah perantauan mulai dari perairan Teluk Benggala (Sri Lanka , Bangladesh , India ) hingga perairan Polinesia ( Kepulauan Fiji dan Vanuatu ). Sedangkan habitat favorit untuk mereka adalah perairan Indonesia dan Australia.
Baca juga: Tewas diTerkam Buaya…!!!
6. IKAN ARWANA ( hidup sejak 220 juta tahun yang lalu)
image
ARWANA adalah salah satu jenis ikan hias yang paling banyak digemari dikalangan menengah keatas. Ikan arwana terdiri dari beberapa jenis yang tersebar di perairan Asia, sebagian juga ada yang berasal dari benua lain. Ikan arwana sendiri sekarang termasuk jenis binatang yang di lindungi, sedangkan ikan-ikan arwana yang diperdagangkan adalah hasil penangkaran para peternak arwana. Ikan ini juga dipercaya dapat membawa keberuntungan (hoki) bagi pemiliknya.
Baca juga: Jenis-jenis ikan Arwana
7. IKAN CEOLACANTH ( hidup sejak 380 tahun yang lalu)
image
CEOLACANTH (artinya “duri yang berongga”, dari perkataan Yunani coelia, “κοιλιά” (berongga) dan acanthos, “άκανθος” (duri), merujuk pada duri siripnya yang berongga) adalah nama ordo (bangsa) ikan yang antara lain terdiri dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Coelacanth diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun yang lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di timur Afrika Selatan, di perairan sungai Chalumna tahun 1938 . Sejak itu Coelacanth telah ditemukan di Komoro , perairan pulau Manado Tua di Sulawesi, Kenya , Tanzania , Mozambik, Madagaskar dan taman laut St. Lucia di Afrika Selatan. Di Indonesia , khususnya di sekitar Manado, Sulawesi Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut. Coelacanth terdiri dari sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan penemuan fosil.
Itulah sedikit ulasan tentang Binatang Purba di Indonesia yang masih Hidup hingga saat ini. Semoga bisa menambah pengetahuan anda tentang dunia Fauna.
Baca juga: Perburuan Ikan Arapaima Gigas
Sumber info: On The Spot dan wikipedia.
Sekian sekilas info, semoga berguna.
Written by Ferboes Richardson
Contact me:
Email: ferboesrichardson@gmail.com
Twitter: @ferboesR
Facebook: Ferboes Richardson

39 Comments

  1. berarti ngga ada evolusi yah udah jutaan tahun…gimana tuh darwin???…pengen tau yg lebih bikin penasaran lagi..coba baca2 mengenai asal usul homo sapiens ( dari yg hasil penelitian terkini saja ) pasti tambah bingung

  2. Untuk Belangkas dan Ceolacanth saya kira cuma karakter hewan di serial anime Pokemon, ternyata hewannya ada beneran dan indonesia punya lagi. 😀

  3. kurang satu lagi
    fbh (hidup sejak jaman purba keliatan dari motornya yang pake bapak2) wkwkwkwkwk

  4. wkwkwk bercanda bro, sebenerna banyak lho hewan purba di indonesia, ikan2 dilaut maluku itu sangar2, trus semut merah umurnya dah 120 juta tahun lho. yang paling tua ya ikan dan hewan sejenis belangkas kepiting purba soalnya jaman purba dulu kepulauan indonesia belum ada jadinya hewan laut itu yang paling tua

  5. wow ikan celakan, di purba yang masih hidup meski sempat dinyatakan punah, eh ketangkep nelayan..
    btw…arwana di lindungi to? di mancing mania papua wah gede2 sangar2 arwaanya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*